Gelar Rapat Akbar, FSEI IAIN Pontianak Launching Tagar #KeluargeSyariah

Suasana saat rapat di FSEI di ruang senat IAIN Pontianak.

Pada Jum’at siang (09/11/2018) bertempat di ruang rapat senat, Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Pontianak menggelar rapat akbar yang dihadiri oleh para Dekanan FSEI IAIN Pontianak, Kabag, Kasubbag dan seluruh staf, para Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan FSEI IAIN Pontianak serta seluruh dosen baik dosen PNS, CPNS maupun dosen tetap non PNS.

Rapat akbar tersebut membicarakan mengenai agenda penguatan orientasi tugas dan fungsi seluruh elemen baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan di lingkungan FSEI IAIN Pontianak. Hal ini berkaitan dengan perubahan nomenklatur dari jurusan ke program studi, sehingga dibutuhkan penyamaan persepsi yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Selain itu, agenda rapat juga membicarakan mengenai program kerja Dekan FSEI se-jajaran yang dibangun selaras dengan program kerja Rektor IAIN Pontianak. Dekan FSEI IAIN Pontianak, Dr. Fachrurrazi, M.M. menegaskan di hadapan peserta rapat bahwa seluruh elemen baik unsur fungsional maupun struktural harus bekerja dalam satu semangat bersama, memperkuat solidaritas, membangun rasa cinta dan kekeluargaan, serta mengaktualisasikan salam, senyum dan sapa. Kebersamaan ini harus kita tanamkan dalam bentuk kekuatan tagar #KeluargeSyariah. Selain itu Dekan juga menekankan untuk segera berbenah dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0. dalam bentuk digitalisasi pelayanan akademik. Untuk itulah seluruh elemen harus bersiap dan bekerjasama dalam menyukseskan proses digitalisasi pelayanan akademik sebagai konsekuensi logis dari disruption era.

Pada kesempatan yang sama Wakil Dekan I, Syahbudi, M.Ag. memaparkan program akademik yang akan dibangun harus berorientasi pada keinginan yang kuat untuk melahirkan ilmuwan dari FSEI IAIN Pontianak. “Modal dasar yang harus dibangun sejak awal adalah pertama, digitalisasi. Hal ini sesuai dengan visi misi kita ke depan sesuai dengan paparan bapak Dekan. Kedua, kehendak diri adalah adanya kemauan kuat dalam diri kita masing-masing untuk terus mengasah diri dan mengikuti perkembangan zaman. Bangun kultur akademik pada diri kita untuk terus berkarya menelurkan ide-ide cemerlang dalam bentuk karya-karya ilmiah. Ke depan kita bangun jurnal-jurnal di setiap program studi untuk mendukung itu semua. Ketiga, lingkungan kampus harus mendukung ide-ide cemerlang tersebut. Bangun suasana untuk saling mendukung riset diantara para dosen. Berikan motivasi kepada sesamanya untuk selalu aktif dalam menularkan karyanya. Keempat, untuk mendukung ketiga komponen di atas, dibutuhkan kekuatan yang dapat mendorong bekerjanya semua komponen tersebut, kekuatan itu adalah membumikan tagar #KeluargeSyariah. Derivasi dari lahirnya kekuatan ini adalah harus ada trust (kepercayaan) yang kuat dan kepercayaan itu membutuhkan support (gotong royong),” paparnya.

Untuk mendukung keberhasilan program akademik tersebut, Wakil Dekan II, Rasiam, M.A. juga memetakan apa yang menjadi kebutuhan FSEI. mulai dari perencanaan yang tepat guna dan tepat sasaran, pembangunan sarana dan prasarana, kebutuhan akan laboratorium di setiap program studi, persebaran dosen yang merata serta pendanaan yang memadai keseluruhan program kerja ke depan. Wakil Dekan III, Ita Nurcholifah M.M. juga menambahkan bahwa fokus kita ke depan dalam menyukseskan program FSEI adalah dengan memperbanyak kerjasama dengan pihak ketiga yang berbasis akreditasi. Selain itu juga tagar #KeluargeSyariah perlu disosialisasikan secara mendalam kepada mahasiswa sebagai salah satu unsur dalam proses pembangunan akademik FSEI ke depan. Untuk itu, kita harus mendukung mahasiswa untuk terus berkarya agar jiwa kompetitifnya terus tumbuh berkembang dan siap menghadapi dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0.

Leave a Reply