Hakim PTA Rijal Mahdi Jadi Korban Lion Air JT 610, IAIN Pontianak Sampaikan Duka Mendalam

Dekan FSEI IAIN Pontianak, Dr. H. Fachrurrazi, MM.

Sepekan terakhir publik dirundung duka mendalam akibat musibah jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610. Duka tersebut turut dirasakan segenap civitas academica IAIN Pontianak. Pasalnya salah satu korban kecelakaan pesawat tersebut pernah menjadi Dosen Luar Biasa di Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Pontianak. Adalah Rijal Mahdi, Hakim Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung (PTA Babel) sang mantan tenaga pendidik tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI), Dr. Dahlia saat mengenang kembali sosok beliau di ruang Jurusan HKI, Kamis (01/11/2018). “Saat masih di Pontianak, beliau sangat berjasa bagi perkembangan keilmuan terutama di bidang Hukum Keluarga Islam mengingat, pada saat itu beliau menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama Kelas 1A Pontianak,” kenangnya.

Senada dengan Dr. Dahlia, Dekan FSEI IAIN Pontianak, Dr. H. Fachrurrazi, MM. juga menerangkan bahwa sosok Rijal Mahdi telah mengabdi sebagai tenaga pendidik di FSEI IAIN Pontianak sejak akhir 2013 sebelum akhirnya promosi sebagai Hakim PTA Babel pada September 2016.

“Kita kaget saat mendengar informasi bahwa beliau salah satu korban Lion Air JT 610. Beliau adalah salah satu dosen yang kita hormati dan sayangi. saya mewakili seluruh civitas academica, khususnya FSEI IAIN Pontianak yang sering berinteraksi dengan beliau selama ini. Kita berdoa semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan menempatkan beliau di tempat terbaik. Kita juga berharap keluarga yang ditinggalkan menerima musibah ini dengan sabar dan penuh ikhlas,” ungkapnya di ruang Dekan FSEI IAIN Pontianak, kamis (01/11/2018).

Pria yang akrab disapa Pak Ferry ini menambahkan bahwa, beliau selalu mengajarkan keikhlasan dan kesabaran. “Suatu kehormatan pernah menjadi bagian dari sejarah hidup Rijal Mahdi. Mewakili Rektor IAIN Pontianak Kita sampaikan duka cita yang mendalam dari para dosen, staf dan para mahasiswa,” ujarnya.

“Suatu kehilangan besar bagi IAIN Pontianak oleh sosok yang tidak pernah lelah memberikan petuah kepada kita semua selaku rekan sejawat dan juga motivasi kepada para mahasiswanya. Semoga kami bisa mencontoh kebaikan-kebaikan yang beliau selalu ajarkan,” pungkasnya.

Penulis: fadhieldluffy

 

Leave a Reply