Jurusan Perbankan Syari’ah Gelar International Symposium

Para Narasumber dan Dosen di lingkungan FSEI IAIN Pontianak berfoto bersama.

Jurusan Perbankan Syari’ah Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN Pontianak menggelar International Symposium dengan tema, “The Islamic Banking and Finance Resilience“. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 23 sampai dengan 24 Oktober 2018 di Gedung Aula Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak.

Sebanyak 200 peserta menghadiri kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 IAIN Pontianak, Dr. Firdaus Achmad, M.Hum. Selain para mahasiswa, kegiatan tersebut dihadiri juga oleh kalangan akademisi, kalangan Perbankan Syari’ah, perwakilan-perwakilan Lembaga Keuangan Non Bank dan Mikro Syari’ah, perwakilan Ombudsman, perwakilan Bank Kalbar Syari’ah dan Lembaga Profesi.

Dekan FSEI IAIN Pontianak, Dr. H. Fachrurrazi, MM menyampaikan dalam sambutannya di hadapan peserta kegiatan bahwa, masyarakat tengah menghadapi era disrupsi (disruption era), yakni pergeseran transaksi keuangan ke arah digital, sehingga tuntutan untuk menguasasi teknologi digital adalah keniscayaan. mahasiswa dan akademisi harus berbenah dalam menghadapi persaingan global dengan meningkatkan wawasan dan kompetensinya terutama di bidang Ekonomi Islam dan Perbankan Syari’ah.

Beliau juga menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada Jurusan Perbankan Syari’ah yang berhasil mengundang para pakar dan akademisi dari Negeri Jiran Malaysia¬† dan Brunei Darussalam. Beliau berpesan agar ke depannya kegiatan International Symposium dapat menjadi agenda tahunan dengan mengundang para pakar dan akademisi dari Timur Tengah, Eropa, Australia hingga Amerika Serikat.

Selama dua hari digelar, kegiatan International Symposium akan menampilkan beberapa narasumber yang kompeten, diantaranya Prof. Muhammad Abduh (Universiti Brunei Darussalam),Prof. Dr. Amir Shahrudin (Universiti Sains Islam Malaysia), Dr. H. Fachrurrazi, MM. (Dekan FSEI IAIN Pontianak), narasumber dari Bank Indonesia dan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan.

Kehadiran para narasumber yang sangat kompeten tersebut memicu antusiasme peserta dari kalangan mahasiswa. Mereka mendapat wawasan baru mengenai perkembangan keuangan global, prospek ekonomi Indonesia, prospek perbankan syari’ah, ketahanan perbankan syari’ah di tengah krisis global, kebijakan moneter untuk memperkuat Lembaga Keuangan Syari’ah, inovasi digital dan akselerasi Perbankan Syari’ah dan komparasi Lembaga Keuangan Islam di Malaysia.

Penulis: fadhieldluffy

Leave a Reply